Sekolah Damai Tanpa Bullying Bersama Mahasiswa UNY
Sekolah Damai Tanpa Bullying: Bersama Mewujudkan Lingkungan Sekolah yang Aman dan Saling Menghargai, sebagai upaya mahasiswa UNY dalam mendukung pelaksanaan SDGs 16.
Bantul - Mahasiswa Departemen Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sukses melaksanakan aksi berbentuk sosialisasi mengenai pencegahan perundungan, dengan judul ”Stop Bullying” pada Rabu, 13 Mei 2026, bersama empat anggota tim, yakni Annita Salma, Nabila Shafi, Fadila Maharani, dan Hastin Berly. Hal tersebut dilakukan dengan basis tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 16 : Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan Tangguh dengan fokus tema ”Stop Bullying” di wilayah Kabupaten Bantul, khususnya siswa kelas tiga SD Panggang, Kecamatan Sedayu, Bantul. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian implementasi berbasis proyek (project-based) pada mata kuliah Pendidikan dan Pembangunan Berkelanjutan yang diampu oleh Dr. Yumi Hartati, S.Pd., M.Pd.
Dengan dilakukannya kegiatan ini, mahasiswa memberikan upaya pentingnya mengenali dan juga mencegah maraknya perilaku bullying dikalangan anak SD, melalui pembelajaran berbentuk sosialisasi yang menyenangkan dan edukatif. Dalam aksi tersebut, diikuti sebanyak 30 siswa kelas tiga SD Negeri Panggang, Argomulyo, Sedayu yang berpartisipasi aktif dalam sosialisasi Stop – Bullying. Pada kegiatan ini, siswa di jelaskan materi mengenai pengertian dari bullying, jenis jenis bullying, bentuk bullying dan bagaimana cara pencegahan bullying. Tidak lupa memberikan ice breaking pada siswa, seperti memutar film agar mereka tidak bosan untuk memperhatikan materi. Mahasiswa juga memberikan penekanan pada pentingnya peran aktif dari siswa sendiri dalam menciptakan budaya saling menghargai dan mendukung satu dengan yang lain.
Disamping hal itu, mahasiswa juga memperagakan macam macam tindakan bullying yang sering dilakukan di lingkungan sekolah, agar siswa dapat melihat secara langsung bagaimana bullying terjadi. Kami juga menjelaskan bagaimana tindakan yang harus dilakukan ketika siswa mengalami tindakan bullying atau bahkan yang menjadi pelaku bullying sendiri. Agar mereka mendapatkan pemahaman yang lebih jelas terkait fenomena ini. Kegiatan ini mendapat respon positif dari siswa, mereka mengaku senang dengan adanya kedatangan kami, ”Kita senang sekali bisa mengikuti kegiatan ini, yang bisa bermanfaat bagi kami, agar tidak melakukan tindakan bullying dalam kehidupan, terima kasih kakak kakak dari UNY”, ujar Labiba, salah satu siswa kelas tiga. Kegiatan ini tidak semata hanya menjadi
sarana edukasi terhadap siswa, namun siswa belajar mengenali apa itu bullying - fisik, verbal, maupun sosial, juga memahami perbedaan antara bercanda dan menyakiti. Menumbuhkan kepekaan terhadap perasaan teman sebaya, tidak lupa membantu siswa untuk mengenali lebih dalam terkait bullying yang masih dianggap sebagai kenakalan biasa terlebih di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan pembagian snack untuk siswa, juga pembagian hadiah pada siswa yang bertanya aktif. Hal ini dapat memperkaya pengetahuan seluruh siswa mengenai cara melawan bullying di lingkungan mereka. Dukungan guru, keluarga, dan lingkungan dapat memperkuat pemahaman siswa untuk tidak melakukan tindakan bullying. Mahasiswa berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi siswa kelas tiga SD Panggang, Argomulyo, Sedayu, Bantul, serta menjadi inspirasi pihak lain untuk dapat mengadakan kegiatan serupa. Kegiatan ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian nyata generasi muda dalam maraknya fenomena bullying dan menjadi sebuah komitmen langsung oleh Universitas Negeri Yogyakarta dalam mendukung tercapainya tujuan SDGs, yang dilakukan secara melalui aksi nyata melibatkan mahasiswa juga lapisan masyarakat untuk menjadi bagian dari komitmen tersebut.
Dokumentasi kegiatan dapat diakses melalui akun YouTube pribadi milik Mahasiswa Departemen Administrasi Publik dan akan menjadi bagian dari laporan akhir based project mata kuliah Pendidikan dan Pembangunan Berkelanjutan.
Link YouTube:
Dokumentasi: